Sampai di sekolah, suasana masih lengang. Aku memang biasa berangkat pagi dengan naik sepeda biruku. Karena kalau aku berangkat siang sedikit, wah, sepedaku sudah kena macet, mau bergerak maju saja susah.
Di kelas, kulihat hanya ada 6 orang temanku. Ada Johan, yang menelungkupkan kepalanya ke meja. Kukira dia tidur, ternyata memang tidur. Ada Sally yang sedang asyik menyalin peer Matematika, Ega yang sedang menghapus papan tulis, Danny yang sedang membaca mading, dan Dania sahabatku.
Kuhampiri Dania yang sedang asyik menulis sesuatu di kertas buram. Kurebut kertas itu. Seketika aku tertawa terbahak-bahak. Bagaimana tidak tertawa? Di kertas itu terdapat tulisan besar-besar D love E dan berhias bunga-bunga dan hati-hati. Dania segera merebut kertas itu dari tanganku. Kulihat wajahnya seperti ingin menangis. Tapi aku sudah tahu bahwa itu hanyalah aktingnya saja agar teman-teman di kelas menyalahkan aku. Hmmm... Dia memang sahabat yang jahat. Meskipun begitu, dia selalu membantuku tiap aku menemui kesulitan. Kalau dipikir-pikir, dia baik juga. Tunggu dulu. Aku ini plin-plan ya..
Untuk yang bertanya-tanya apa maksud D love E tadi, sini mendekatlah padaku. Akan kuceritakan.
#jengjengjeng
Dulu, sewaktu kami kelas 7, tiba-tiba negara api menyerang. Eh, bukan. Maaf. Aku lagi suka nonton Avatar nih. Jadi kebawa-bawa.
Ulangi.
Dulu sewaktu kami kelas 7, tepatnya waktu Mid Semester Gasal, anak kelas 7 satu ruangan dengan anak kelas 8. Naaaah, Dania ini tiba-tiba suka pada anak kelas 8. Aduh, sumpah, ini aku gak nyangka banget. Jatuh cinta pada pandangan pertama lho! Awwww... Co Cweeet.. Maaf agak alay sedikit gapapa, ya.
Yang lebih mengejutkan, nama anak yang ditaksir si Dania itu namanya El! Begitu denger nama itu pikiranku langsung kemana-mana. Masa iya Al, El, Dul satu sekolah sama aku. Pasti aku ngelindur nih..
Sebelumnya aku nggak tahu, mana sih yang namanya El?
Karena nggak begitu kupikirkan ya sudah kudengarkan saja ocehan Dania tentang si El ini. Dania cerita dengan menggebu-gebu. Katanya si El ini alimlah, gantenglah, cool, dll.
Dan pada akhirnya aku tahu yang mana si El. Setelah aku liat-liat, memang kelihatannya orangnya alim. Tapi untuk ganteng dan cool, menurutku enggak deh. Yang aku ingat itu lho, dagunya panjang. Haha... Ternyata Dania ini tipenya yang dagunya panjang. Sama Pipiyot aja deh, Dan..
Kriiiing.....
Wah, bel masuk sudah berbunyi, waktunya bersih-bersih kelas! Segera kutarik tangan Dania dan lari ke kantin. Asal kalian tahu saja, Dania juga malas bersih-bersih kelas.
Di tengah jalan, kita ketemu El!!! Astaga sumpah Dania heboh banget.
"MILKA!! MILKA!! ITU.. ITU... ITU EL!! AAAAA....!!!!" kata Dania sambil nunjuk-nunjuk si El yang lagi makan pisang karamel.
"Sssstt jangan keras-keras!" kataku mengingatkan. Habis Dania keterlaluan juga teriaknya.
Akhirnya kami tidak jadi ke kantin karena Dania menyeretku untuk membuntuti El. Memang sudah berkali-kali kami berdua membuntuti El. Anehnya, si El tidak sadar kalau ada yang membuntutinya. Dania itu bukannya mengajak kenalan atau bagaimana, malah membuntuti. Nggak elit, Dan!
Aku dan Dania membuntuti El sampai di koridor yang saat itu sepi. Jelas. Semua murid kan membersihkan kelas. Tapi kenapa El justru membeli pisang karamel? Itu anak pasti juga nggak ikut bersih-bersih.
Saat sedang santai membuntuti El, tiba-tiba saja El berbalik ke arah kami sambil mengagetkan, "WAAAAA....!!!!"
Aku kaget dan mundur satu langkah sambil latah. Dania malah kagetnya telat. Beberapa detik setelah El berteriak, Dania baru berteriak. Rasanya aku pingin tertawa ngakak. Tapi setelah dikagetkan seperti itu, aku jadi dag-dig-dug.
"Waduh, ketahuan, deh.." pikirku.
"Hayooo!!! Selama ini kalian ngikutin aku terus, ya! Coba sebutin nama kalian!" perintah El yang sepertinya ingin menginterogasi kami. Dalam hati aku berpikir, "Gila. Ini anak wajahnya kalem tapi ternyata galak banget!"
"Ayo jawab!!" bentak El karena kami hanya diam dan tak kunjung menjawab pertanyaannya.
Karena masih gemetaran karena tiba-tiba dikageti dan diinterogasi seperti layaknya maling ayam yang diinterogasi Pak RT, aku menjawab, "I..ini Dania," kataku sambil menunjuk Dania.
Dania juga sepertinya kaget sekali. Aku ingin ngakak sekeras-kerasnya melihat wajahnya yang ditetesi keringat dingin. Hihihi.. Lalu Dania dengan gagap menjawab, "A.. ak..aku.. Dania.."
Aduh, Dan. Kan tadi udah aku bilang kalau kamu Dania, kenapa bilang lagi, sih?
El-pun melanjutkan interogasinya, "Kalian kenal Novita?!"
Kami berdua menggelengkan kepala.
"Kenal Nadia?!"
Sekali lagi kami geleng-geleng.
"Oh, ya sudah!" sahut El ketus sambil meninggalkan kami berdua.
"Milka.. Rasanya tadi aku gemetar banget! Sampai nggak bisa ngomong! Untung aku nggak sampai ngompol," kata Dania yang dari dahinya masih ditetesi keringat dingin.
"Iya! Luar wajahnya kalem tapi ternyata galak begitu ya! Dasar si dagu panjang!" ujarku sambil memaki El karena telah membuatku kaget dan gemetar.
"Udah deh, kapok ngikutin si El! Aku nggak akan nguntit El lagi dan perasaanku ke El sudah berubah!" janji Dania. Aku hanya menganggukkan kepala. Masih shock dengan kejadian barusan. Ternyata El pintar banget. Dia punya cara jitu untuk menangkap basah penguntitnya. Pakai acara mengagetkan segala. Ini merupakan pelajaran bagiku dan Dania agar jangan sembarangan menguntit orang lain.
#jengjengjeng
Dulu, sewaktu kami kelas 7, tiba-tiba negara api menyerang. Eh, bukan. Maaf. Aku lagi suka nonton Avatar nih. Jadi kebawa-bawa.
Ulangi.
Dulu sewaktu kami kelas 7, tepatnya waktu Mid Semester Gasal, anak kelas 7 satu ruangan dengan anak kelas 8. Naaaah, Dania ini tiba-tiba suka pada anak kelas 8. Aduh, sumpah, ini aku gak nyangka banget. Jatuh cinta pada pandangan pertama lho! Awwww... Co Cweeet.. Maaf agak alay sedikit gapapa, ya.
Yang lebih mengejutkan, nama anak yang ditaksir si Dania itu namanya El! Begitu denger nama itu pikiranku langsung kemana-mana. Masa iya Al, El, Dul satu sekolah sama aku. Pasti aku ngelindur nih..
Sebelumnya aku nggak tahu, mana sih yang namanya El?
Karena nggak begitu kupikirkan ya sudah kudengarkan saja ocehan Dania tentang si El ini. Dania cerita dengan menggebu-gebu. Katanya si El ini alimlah, gantenglah, cool, dll.
Dan pada akhirnya aku tahu yang mana si El. Setelah aku liat-liat, memang kelihatannya orangnya alim. Tapi untuk ganteng dan cool, menurutku enggak deh. Yang aku ingat itu lho, dagunya panjang. Haha... Ternyata Dania ini tipenya yang dagunya panjang. Sama Pipiyot aja deh, Dan..
Kriiiing.....
Wah, bel masuk sudah berbunyi, waktunya bersih-bersih kelas! Segera kutarik tangan Dania dan lari ke kantin. Asal kalian tahu saja, Dania juga malas bersih-bersih kelas.
Di tengah jalan, kita ketemu El!!! Astaga sumpah Dania heboh banget.
"MILKA!! MILKA!! ITU.. ITU... ITU EL!! AAAAA....!!!!" kata Dania sambil nunjuk-nunjuk si El yang lagi makan pisang karamel.
"Sssstt jangan keras-keras!" kataku mengingatkan. Habis Dania keterlaluan juga teriaknya.
Akhirnya kami tidak jadi ke kantin karena Dania menyeretku untuk membuntuti El. Memang sudah berkali-kali kami berdua membuntuti El. Anehnya, si El tidak sadar kalau ada yang membuntutinya. Dania itu bukannya mengajak kenalan atau bagaimana, malah membuntuti. Nggak elit, Dan!
Aku dan Dania membuntuti El sampai di koridor yang saat itu sepi. Jelas. Semua murid kan membersihkan kelas. Tapi kenapa El justru membeli pisang karamel? Itu anak pasti juga nggak ikut bersih-bersih.
Saat sedang santai membuntuti El, tiba-tiba saja El berbalik ke arah kami sambil mengagetkan, "WAAAAA....!!!!"
Aku kaget dan mundur satu langkah sambil latah. Dania malah kagetnya telat. Beberapa detik setelah El berteriak, Dania baru berteriak. Rasanya aku pingin tertawa ngakak. Tapi setelah dikagetkan seperti itu, aku jadi dag-dig-dug.
"Waduh, ketahuan, deh.." pikirku.
"Hayooo!!! Selama ini kalian ngikutin aku terus, ya! Coba sebutin nama kalian!" perintah El yang sepertinya ingin menginterogasi kami. Dalam hati aku berpikir, "Gila. Ini anak wajahnya kalem tapi ternyata galak banget!"
"Ayo jawab!!" bentak El karena kami hanya diam dan tak kunjung menjawab pertanyaannya.
Karena masih gemetaran karena tiba-tiba dikageti dan diinterogasi seperti layaknya maling ayam yang diinterogasi Pak RT, aku menjawab, "I..ini Dania," kataku sambil menunjuk Dania.
Dania juga sepertinya kaget sekali. Aku ingin ngakak sekeras-kerasnya melihat wajahnya yang ditetesi keringat dingin. Hihihi.. Lalu Dania dengan gagap menjawab, "A.. ak..aku.. Dania.."
Aduh, Dan. Kan tadi udah aku bilang kalau kamu Dania, kenapa bilang lagi, sih?
El-pun melanjutkan interogasinya, "Kalian kenal Novita?!"
Kami berdua menggelengkan kepala.
"Kenal Nadia?!"
Sekali lagi kami geleng-geleng.
"Oh, ya sudah!" sahut El ketus sambil meninggalkan kami berdua.
"Milka.. Rasanya tadi aku gemetar banget! Sampai nggak bisa ngomong! Untung aku nggak sampai ngompol," kata Dania yang dari dahinya masih ditetesi keringat dingin.
"Iya! Luar wajahnya kalem tapi ternyata galak begitu ya! Dasar si dagu panjang!" ujarku sambil memaki El karena telah membuatku kaget dan gemetar.
"Udah deh, kapok ngikutin si El! Aku nggak akan nguntit El lagi dan perasaanku ke El sudah berubah!" janji Dania. Aku hanya menganggukkan kepala. Masih shock dengan kejadian barusan. Ternyata El pintar banget. Dia punya cara jitu untuk menangkap basah penguntitnya. Pakai acara mengagetkan segala. Ini merupakan pelajaran bagiku dan Dania agar jangan sembarangan menguntit orang lain.
6 ocehan pembaca:
jadi setelah negara api menyerang jadi kenalan gak ceritanya?
Akakaka, gak kebayang, dagunya panjang kayak gimana :)
Lain kali, kalo mau nguntit, SMS dulu yaaa ...
Sudah dicatat, makasih. Tunggu pengumumannya segera ya :)
@anotherorion: kalo yg diceritain yg stlh negara api menyerang, ga jadi kenalan dong :p nyambungnya ke Avatar Korra nanti :D
@kak el: ahaha :D makasih kak el!
Ada award nih sekaligus pengumuman Elfrize. Cek, ya, kawan-kawan :)
http://elfarizi.wordpress.com/2012/10/30/akhirnya-ini-dia-pemenangnya/
okeeh.. sobat anak domsav ya? Kunjungi blog saya di:
adityareinaldo.co.cc
okeee sobat....6_6
kunjungi ya sobb....
suarasepakbolacom.blogspot.com
Post a Comment